TOP TEN NILAI AKHIR ANATOMI TOPOGRAFI 2011-2012

 

Berikut ini adalah daftar mahasiswa yang mendapatkan 10 nilai rataan tertinggi pada MK Anatomi Topografi.

 

 

NO

N A M A

NRP/NIM

 

RATAAN NILAI AKHIR

HURUF MUTU

1

IKHSAN SUMIRAT

B04090046

88,50

A

2

RAHAYU WORO WIRANTI

B04090014

88,38

A

3

NOVIA PUSPITASARI

B04090102

87,38

A

4

NADINE ADRIANNA SUGIANTO

B04090150

87,38

A

5

FRIZKY AMELIA

B04090017

84,38

A

6

NETA FITRIA YASA

B04090069

83,50

A

7

BAGUS ADITYA P

B04090164

81,50

A

8

RESYA SOFFIANA YASSIN

B04088014

81,38

A

9

ST NURUL MUSLINAH M

B04090008

81,25

A

10

GANITA KURNIASIH SURYAMAN

B04090021

80,88

A

 

Kepada mahasiswa yang berhasil mendapatkan nilai terbaik untuk MK Anatomi Topografi diucapkan selamat. Keberhasilan ini karena kemampuan dan usaha saudara yang konsisten dalam belajar.

 

Selamat juga untuk mahasiswa yang berhasil lulus untuk MK Anatomi Topografi ini. Daftar nilai selengkapnya dapat di klik di sini. Atau dapat di buka di laman download.

 

Bogor, 20 Januari 2012

Koord. MK

Ttd

DR. Drh. Nurhidayat, MS, PAVet

 

TOP TEN NILAI UAS EMBRIOLOGI 2011/2012

Selamat kepada para mahasiswa FKH IPB semester ganjil tahun 2011/2012 yang memperoleh 10 nilai  tertinggi baik pada UAS teori maupun pada UAS praktikum MK Embriologi dan Genetika Perkembangan (AFF213). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) TEORI 

NO NAMA NIM UAS TEORI
1 Esdinawan Carakantara Satrija B04100006 83
2 Moh. Zaenal Abidin Mursyid B04100009 80
3 Dwi Budiono  B04100063 76.5
3 G Andri Hermawan  B04100118 76.5
4 Harini Pristiwa B04100017 75
4 Ridzki M Luthfi M B04100172 75
5 Rizka Septarina Budianti B04100110 72
5 Fikri Mukhlisina Latief B04100018 72
6 Annisa Fithri Lubis B04100058 71.5
7 Putri Ekandini B04100015 71
7 Fitri Susana B04100030 71
7 Andra Adi Esnawan B04090010 71
8 Iis Ismawati B04104001 70.5
8 Fitri Aprian Harjo  B04100072 70.5
9 Riena Carlina B04100028 70
10 Ahmad Subagja Wiratma P B04100159 69.5

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) PRAKTIKUM

NO Nama NIM UAS PRAKT
1 Meilisa Lidya Margarita  B04100146 96.67
2 Ahmad Raja B04090036 95
3 Ahmad Subagja Wiratma P B04100159 93.33
3 Bayu Firmala Kusuma  B04100136 93.33
4 Moh. Zaenal Abidin Mursyid B04100009 91.67
4 Dwi Budiono  B04100063 91.67
4 Iis Ismawati B04104001 91.67
4 Harini Pristiwa B04100017 91.67
4 Nisa Bila Sabrina Haisya B04100059 91.67
4 Putri Ekandini B04100015 91.67
4 Roro Ambarwati Arum P B04100085 91.67
4 Zulfitra Utami Putri  B04100074 91.67
5 Yulita Mardiani B04100001 90
5 Meliana Eka Saputri B04100002 90
5 Shuffur Husna B04100150 90
5 Irene Soteriani Uren B04100073 90
5 Khusnul Khotimah B04100200 90
5 Haryati Istiqomah B04100199 90
5 Danny Nugroho B04100205 90
5 Deka Permana Putera B04100101 90
5 Hasan Ashari B04100046 90
6 Fitriah Idris  B04100201 88.33
6 Faisal Tanjung B04100128 88.33
7 Esdinawan Carakantara Satrija B04100006 86.67
7 Rizka Septarina Budianti B04100110 86.67
7 Metrizal Abdi Taufik B04100034 86.67
7 Anizza Dyah Kartika M B04100069 86.67
7 Eniza Rukisti B04100064 86.67
7 Pika Sati Suryani B04100083 86.67
7 Aditia Dwi Cahyono B04100139 86.67
7 I Nengah Donny Artika B04100052 86.67
7 Windy Alvianti B04104002 86.67
8 Maharja Mawali B04100151 85
8 Kukuh Syirotol Ichsan  B04100087 85
8 Fitri Susana B04100030 85
8 Etri Mardaningsih B04100011 85
8 Shine Rani Diansari B04100040 85
8 Mira Ramalia Rianti B04100184 85
8 Putu Jodie Kusuma Wijaya  B04100144 85
8 Muhammad Fajar B04100164 85
9 Juita Siregar B04100005 83.33
9 Fitri Aprian Harjo  B04100072 83.33
9 Nirmala B04100148 83.33
9 Fikri Mukhlisina Latief B04100018 83.33
9 Diana Asriastita B04100198 83.33
9 Deny Putra Romadhon B04100092 83.33
9 Nafisatul Ulfa B04100039 83.33
9 Suwardi Hidayat  B04100133 83.33
9 Rizal Arifin Akbari B04100037 83.33
9 Saras Nindya Murti  B04100117 83.33
9 Andra Adi Esnawan B04090010 83.33
9 Davin Christian Hartono  B04100129 83.33
9 Iwan Saefudin B04100132 83.33
9 Shovia Harini B04100020 83.33
9 Hafiizha Septigrahadiani B04100103 83.33
9 Venny Febriyany B04100192 83.33
10 Didik Prasetyo B04100077 82.5

Nilai selengkapnya dapat diklik disini

 http://aff.fkh.ipb.ac.id/?page_id=611

Atlas Neuroangiologi dan Organologi Kambing

Telah terbit Atlas Neuroangiologi dan Organologi Kambing yang ditulis oleh Nurhidayat dkk., staf pengajar Departemen AFF FKH IPB. Buku atlas yang diterbitkan oleh IPB Press ini menyajikan foto-foto eksklusif syaraf dan buluh darah serta organ-organ kambing dari berbagai daerah orientasi.

Atlas ini telah disusun secara sistematis dan telah diuji dalam jangka waktu yang lama di dalam pelaksanaan praktikum  Anatomi Veteriner II di FKH IPB. Saat ini buku atlas tersebut juga telah dipergunakan di beberapa FKH lain di Indonesia untuk pengajaran di bidang anatomi veteriner II.

Sebagai informasi tambahan, dapat dilihat:

1. DAFTAR ISI-Atlas neuroangiologi dan organologi kambing

2. Halaman Contoh-Atlas neuroangiologi dan organologi kambing

Atlas tersebut dapat diperoleh dengan harga Rp 45.000,- /buku (belum termasuk ongkos kirim). Pemesanan dapat disampaikan kepada drh. Supratikno, M.Si  (email supra_koko@yahoo.com).

Kiprah Dosen Departemen AFF dalam Seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB 2011

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB menyelenggarakan Seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB tahun 2011, yang diselenggarakan  pada hari Senin dan Selasa, tanggal 12-13 Desember 2011 bertempat di Auditorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Kampus IPB Dramaga Bogor.  IPB memiliki beberapa program penelitian seperti Hibah Kompetensi, Strategis Nasional, Penelitian Unggulan Fakultas, Desentralisasi (Hibah Bersaing, Fundamental, HPTP), serta Penelitian Kerjasama antar Lembaga (KK3P dll). Sebanyak 226 pemakalah telah mempresentasikan hasil-hasil penelitian  yang masa penelitiannya telah berakhir pada tahun 2011, baik penelitian yang didanai oleh Dikti-Kemendiknas, Kementan dan Kemenristek.  Peserta seminar dibagi dalam 6 kelompok sesuai dengan bidang Keilmuan, antara lain: bidang pangan, bidang energi, bidang sumberdaya alam dan lingkungan, bidang kesehatan, bidang sosial, ekonomi dan budaya, serta bidang teknologi dan rekayasa.  Seminar diharapkan bisa memberikan manfaat kepada peneliti untuk bertukar informasi dan pengalaman, memperluas wawasan dan jejaring keilmuan intra perguruan tinggi.  Selain itu juga seminar dapat dijadikan wahana untuk terus berupaya meningkatkan mutu hasil penelitian.

14 judul penelitian berasal dari Peneliti FKH,  5 diantaranya berasal dari Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi yang tersebar di beberapa bidang keilmuan, antara lain:

Bidang Pangan:

  1. Drh. Andriyanto, M.Si dengan judul “Peningkatan Jumlah dan Keberhasilan Hidup Anak Domba hasil Ovulasi Ganda dengan Pertambahan Suplementasi Formulasi Jamu Veteriner”.
  2. Nastiti Kusumorini, PhD dengan judul “Peran Pemberian Pytoestrogen pada Masa kebuntingan dan Laktasi terhadap Kinerja Reproduksi Anak: Menggunakan Tikus Sebagai Hewan Model”.

Bidang Kesehatan

  1. Siti Sa’diah, M.Si, Apt dengan judul “Pengembangan Sediaan Semisolid dan Validasi metode Kontrol Kualitas Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Sebagai Antijerawat.
  2. Drh. Wahono Esthi Prasetyaningtyas, M.Si dengan judul “Pemanfaatan Enkapsulasi Sel-sel Leydig untuk Terapi Defisiensi Hormon Testosteron”
  3. Drh. Min Rahminiwati, M.Si, P.hD dengan judul “Potensi Ramuan Herbal Herba Pegagan (Centella asiatica, L), Daun Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) dan Temulawak (Curcuma Xhanthoriza L), Sebagai “Brain Tonic” untuk Menghambat Proses Degenerasi Sel-Sel Syaraf Otak.

berita selengkapnya dapat di lihat di web LPPM IPB.

Himbauan Dekan kepada Sivitas Akademika untuk Menjaga Lisan

Assalammualaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Kolega AFF dan FKH yang semoga selalu dalam rahmat Allah subhana wa ta’ala, marilah kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah subhana wa ta’ala yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan dan kesempatan kepada kita untuk selalu berbuat amal kebaikan dan mengisi kehidupan dunia ini dengan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan akherat kita. Sholawat serta salam senantiasa pula kita curahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam yang telah menjelaskan kepada kita wahyu dari Allah ta’ala tentang apa-apa yang dapat mendekatkan kita ke surga dan apa-apa yang dapat menjauhkan kita dari neraka.

Manusia dikaruniai Allah kemampuan untuk berbicara. Sebagai dosen dan pula staf kependidikan kita senantiasa terlibat dalam pembicaraan apakah pada saat bertemu, ngobrol di kafetaria, atau saat mengajar di kelas dan di ruang praktikum. Dalam sehari semalam aktivitas berbicara ini mungkin akan menempati urutan pertama dalam frekuensi banyaknya. Manusia ini tidaklah diciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya. Maka alangkah bagusnya jika aktivitas kita (berbicara) yang banyak itu dapat sekaligus bernilai ibadah, bukan malah sebaliknya membawa kepada hal yang buruk.

Bagaimana agar berbicara bernilai ibadah, maka paling tidak ada beberapa kata kunci di bawah ini yang perlu kita perhatikan

1. Diniatkan dengan ikhlas, bismillah mohon kepada Allah dilindungi dari perkataan yang buruk, diniatkan semata untuk kebaikan dan kebenaran
2. Semata untuk kebaikan, tidak dalam rangka menyakiti, berdusta, sumpah palsu, menghujat, dan menggunjing (gibah).
3. Berkata dengan pengetahuan yang benar akan perkataan tersebut. Tidak ngarang-ngarang atau mengada ada
4. Berbicara seperlunya, atau lebih baik diam
5. Menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda.
6. Tenang dalam berbicara, tidak tergesa-gesa

(dalil untuk hal tersebut diatas tertulis di bawah ini)

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang dapat menjaga lisan kita dan selalu berkata dan saling bernasehat untuk kebaikan dan kebenaran mentauhidkan Allah subhana wa ta’ala, menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya, selalu berbuat baik setiap saat untuk menghapus kesalahan-kesalahan kita dan bergaul dengan sesama kita dengan akhlak yang baik.

Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Wallohu’alam.

Wassalammualaikum warrohmatullahi wabarokatuh
YONNI

Rujukan:
1. Al Quran

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa: 114)

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12)

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 10-11).

2. Hadits Nabi:
Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin surga baginya. (H.R. Bukhari, no. 6474; Tirmidzi, no. 2408; lafazh bagi Bukhari).

Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.

 Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu”. (H.R. Tirmidzi, no.2406)

Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim)

3. Nasehat para ulama:
“Seorang mukmin itu menyedikitkan omongan dan memperbanyak amalan. Adapun orang munafik, dia memperbanyak omongan dan menyedikitkan amalan.”

 “Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku menguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku.”

“Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan, Anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi.” [Lihat Hashaaidul Alsun, hlm. 175-176]

Rabuan Departemen Bersama dengan Dekan Baru

Pada hari Rabu, 23 November 2012, Dekan FKH IPB terpilih, DR. Drh. Srihadi Agungpriyono hadir pada acara Rabuan departemen. Sebagai salah satu staf Departemen AFF, kehadiran Pak Yoni (demikian beliau biasa disapa) terasa spesial dikarenakan beliau baru saja dilantik sebagai Dekan FKH sehari sebelumnya. Dengan demikian acara Rabuan kali ini tidak saja ramai dihadiri oleh seluruh sivitas departemen juga hadir pula menu spesial, nasi tumpeng.

Sebelum acara pemotongan tumpeng, Pak Dekan memberikan sepatah dua kata mengenai beberapa hal terkait fakultas, diantaranya:  Perlu perbaikan kualitas lulusan agar dapat diakui secara nasional maupun internasional sehingga dapat berkiprah atau bersaing pada kancah nasional, regional, dan internasional dalam menghadapi era pasar bebas (AFTA). Untuk itu perbaikan dilakukan melalui peninjauan kembali secara bijak kurikulum yang sesuai standar internasional, para dosen dapat berperan membantu lulusan melalui mata kuliah masing-masing,  peningkatan soft skill mahasiswa terutama bahasa inggris. Pak Dekan juga menyampaikan pesan Rektor IPB diantaranya amanah untuk menyelesaikan akreditasi internasional, pembentukan program studi biomedis yang berkoordinasi dengan departemen lainnya dan Sekolah Pascasarjana dengan kurikulum dirancang 5 tahun setara S2, serta memperjuangan sekolah kedokteran hewan. Diakhir sambutan, Pak Dekan lebih menekankan bahwa beliau sangat terbuka untuk menerima masukan-masukan dari seluruh sivitas akademika untuk perbaikan FKH ke depan.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Departemen AFF, Prof Arief Boediono yang diserahkan kepada Pak Dekan (lihat gambar). Acara dilanjutkan dengan makan bersama seluruh sivitas departemen, baik dosen, tenaga penunjang dan mahasiswa pascasarjana di lingkungan Departemen.

Wawancara dengan Dekan Baru

Ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai Dekan FKH yang baru, tim web akhirnya bisa menemui Pak Dekan secara khusu dan diterima di ruang kerjanya, pada hari Jumat, 25 November 2012. Berikut petikan wawancara tim web dengan Pak Dekan yang berlangsung ringan, akrab dan menarik:

T: Kapankah tepatnya Bapak mengetahui telah terpilih sebagai dekan? Apakah langsung dari Pak Rektor?

J: Secara informal saya mengetahui pada Sabtu sore yang disampaikan oleh Direktur SDM IPB pada saat acara konsinyasi. Pemberitahuan resmi melalui surat saya terima Senin.

T: Setelah dilantik pada hari Selasa 22 November 2011, hal apa yang pertama kali Pak Dekan lakukan. (Misal apakah mencoba kursi dekan (bercanda… red.), atau membuka suatu acara/kegiatan fakultas)

J: (Sambil senyum) yang pasti memasuki ruang dekan. (Sambil tertawa) Apa ya…. Secara resmi pertama kali bertugas sebagai dekan ialah menerima kunjungan delegasi dari Faculty of Veterinary Medicine, Hanoi University of Agriculture, Vietnam pada hari Rabu. Delegasi dari Vietnam mampir di FKH IPB disela-sela mereka mengikuti acara 5th congress and scientific conference of Asian Society of Veterinary Pathology (ASVP) di IICC Bogor.

T: Pada saat wawancara pemilihan oleh Rektor dan Wakil Rektor yang lalu, apa yang menjadi harapan terbesar piminan IPB terhadap kepemimpinan Dekan FKH ke depan?

J: Pimpinan mengharapkan bahwa FKH merupakan salah satu flag carrier (pembawa bendera, red.) bagi IPB karena berbagai potensi yang dimilikinya. Misalnya  distict (kekhasan, keberbedaan, red.) keilmuan, produk-produk yang potensial yang bisa dihasilkan, dsb. Ada beberapa yang diharapkan pimpinan yaitu: 1) Akreditasi Internasional, 2) Pendirian pusat-pusat studi berskala nasional, misalnya Pusat Zoonosis Nasional, 3) Visi IPB tentang biosains dengan pembentukan program studi biomedis, dan 4) Peran Rumah Sakit Hewan yang mendukung pendidikan atau dengan kata lain pendidikan berbasis rumah sakit dan bersinergi dengan pendidikan mahasiswa.

 T: Menurut Bapak, langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk memenuhi harapan-harapan pimpinan IPB tersebut:

J: Langkah pertama ialah mensosialisakannya ke seluruh sivitas akademika. Langkah kedua, semua program harus tersusun dan terdokumentasi sehingga mudah dijadikan acuan, melakukan monitoring dan harus memiliki indikator-indikator capaian yang jelas. Langkah ketiga ialah menyelenggarakan tata kelola (manajemen) yang baik, sehingga bisa mendorong peningkatan kinerja fakultas.

T: Seluruh sivitas akademika sangat menaruh harapan pada Pak Yoni sebagai Dekan. Hal ini tercermin pada hasil penjaringan serta pemilihan calon dekan oleh anggota senat dimana Pak Yoni memperoleh suara mayoritas. Apa tanggapan Bapak terhadap hal ini? Sebaliknya apa harapan Bapak dari kami sebagai sivitas akademika?

J: Pimpinan yang baik berasal dari sivitas akademika yang baik. Saya mengharapkan partisipasi dengan kesadaran sendiri dari seluruh sivitas untuk berbuat dan berkarya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Karena masing-masing kita akan mempertanggung-jawabkan amanah yang diembankan kepada kita nanti kepada Allah SWT. Apapun programnya tidak akan jalan tanpa partisipasi seluruh sivitas akademika. Masing-masing kita berbuat bukanlah karena diminta oleh dekan atau oleh seseorang, melainkan masing-masing kita berbuat karena kita bertanggung jawab terhadap amanah kita masing-masing.

T: Pada saat presentasi di pemilihan bakal calon dekan yang lalu, setiap kandidiat menyampaikan program kerja. Apakah ada keinginan untuk mengakomodir masukan yang ada dari kandididat lain ataukah akan tetap menjalankan program yang disampaikan dulu?

J: Program yang sampaikan pada saat penjaringan dulu merupakan pandangan umum yang berkaitan dengan visi dan misi fakultas dan IPB. Dengan demikian sangat terbuka untuk dikombinasikan dengan program dari kandidat yang lain. Semua kandidat menginginkan kemajuan bagi FKH, dan semua sepaham mengenai peningkatan kompetensi lulusan dan clinical skill. Jangankan program dari 4 kandidat yang lain, usulan dari sivitas yang lain kalau bagus akan diakomodir. Tetapi semua usulan akan di”clustering” sehingga lebih focus dan terpadu dengan program-program yang lainnya. Ke depan, kita akan memperkuat manajemen internal, dan seluruh program yang akan dijalankan ujung-ujungnya haruslah berdampak kepada mutu dan kompetensi lulusan.  

T: Pertanyaan terakhir, apakah Bapak sudah punya calon wakil dekan? Jika belum criteria apa yang dibutuhkan untuk calon wakil dekan yang akan datang?

J: (Sambil tertawa ringan dan menghela nafas) Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) IPB hanya dimungkinkan untuk mengangkat satu wakil dekan. Oleh karena itu butuh strategi bagaimana kegiatan fakultas bisa ditangani dengan satu wakil dekan. Strategi yang dimaksud ialah meningkatkan pemberdayaan Kepala Tata Usaha (KaTU) beserta Kasi-Kasi di bawahnya sehingga wakil dekan akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembinaan akademik dan kemahasiswaan, penentuan kebijakan-kebijakan terkait pertukaran mahasiswa, mahasiswa asing dll. Juga bersama-sama dengan dekan meningkatkan jejaring nasional dan internasional, hubungan alumni serta bidang-bidang lain yang lebih bersifat kebijakan dan strategis. Untuk kriteria wakil dekan, pertama haruslah amanah, memiliki take record yang baik, berasal dari departemen selain AFF, berasal dari dosen muda atau lebih muda dari saya (maksudnya dekan, red.), sehingga harapannya akan terjadi proses regenerasi atau kaderisasi di FKH. Nantinya wakil dekan akan dibantu oleh komisi-komisi, karena itu komisi akan dipertahankan dan peranannya akan ditingkatkan.

Terima kasih Pak Dekan, selamat menunaikan tugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada Bapak di dalam menjalankan tugas baru ini. Amiin.

Doktor Baru Pencernaan Kijang (Muntiacus muntjak)

Selamat kepada Drh. I Ketut Mudite Adanyane, M.Si., Ph.D., PAVet. atas keberhasilannya memperoleh gelar doktor (Ph.D) di bidang Anatomi pada Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia. Dr. Ketut berhasil mempertahankan thesisnya (di UPM baik S2 maupun S3 tugas akhirnya disebut thesis) yang berjudul “Morphophysiological study of the digestive system of barking deer (Muntiacus muntjak)” pada ujian doktor yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 November 2011 pukul 15.00-17.30 waktu Kuala Lumpur, dengan tim penguji terdiri dari: Prof. Ali Rojiun, Ph.D (sebagai Chairman), Prof. M Zamri Saad, Ph.D (sebagai internal examiner 1), Prof. I Dahlan, PhD (sebagai internal examiner 2), serta satu penguji luar dari  Gifu University, Japan yaitu Prof. Yasuro Atoji, PhD (sebagai external examiner). Pada saat ujian hadir pula ketua komisi pembimbing Prof. Md. Zuki Abu Bakar Zakaria, Ph.D. Pada ujian tersebut Dr. Ketut dinyatakan lulus dengan hasil “accepted with minor modification.

Dr. Ketut (Foto: sebelah kanan, pakai jaket hitam) yang juga merupakan salah satu anggota tim Web Departemen AFF, memulai studi S3 di Malaysia sejak 16 Juli 2007. Beliau mengambil penelitian tentang sistem pencernaan kijang (Muntiacus muntjak) di bawah komisi pembimbing Prof. Md. Zuki Abu Bakar Zakaria, Ph.D, Prof. Noordin Mohamed Musthapa, Ph.D, keduanya dari UPM Malaysia dan Assoc. Prof. Srihadi Agungpriyono, Ph.D dari IPB (yang pada saat itu sebagai visiting lecturer di UPM). Setelah menjalani 4 tahun masa studi, akhirnya Dr. Ketut berhasil menyelasaikan studinya dengan hasil yang sangat baik: memperoleh nilai rata-rata 4,00 untuk 14 SKS matakuliah yang diambil, telah menghasilkan 3 artikel publikasi internasional yang telah terbit, 1 artikel yang telah ‘accepted’ dan sedang mempersiapkan 4 artikel lagi dari seluruh hasil studinya tersebut. Dari persyaratan yang ditetapkan oleh UPM hanya diperlukan dua artikel terbit di jurnal yang terindeks ISI. Judul publikasi selengkapnya dari artikel yang telah terbit dapat dilihat di bawah ini:

Adnyane IKM, Zuki, ABZ, Noordin MM and Agungpriyono S. 2010. Histological study of the parotid and mandibular glands of the barking deer (Muntiacus muntjak) with special reference to the distribution of the carbohydrate content. Anat. Histol. Embryol. 39(6): 516-521. [Link to Publisher]

Adnyane, I.K.M., A.B.Z. Zuki, M.M. Noordin and S. Agungpriyono. 2011. Morphological study of the lingual papillae in the barking deer (Muntiacus muntjak). Anat. Histol. Embryol. 40(1): 73-77. [Link to Publisher]

Adnyane, I.K.M., A.B.Z. Zuki, M.M. Noordin and S. Agungpriyono. 2011.  Immunohistochemical study of endocrine cells in the gastrointestinal tract of the barking deer, Muntiacus muntjak. Anat. Histol. Embryol. 40(5): 365-374.

Adnyane, I.K.M., A.B.Z. Zuki, M.M. Noordin, S. Wayuni and S. Agungpriyono. 2011. Morphological study of the infraorbital gland of barking deer, Muntiacus muntjak. African Journal of Biotechnology (AJB). [accepted]

Selama studi di UPM, Dr. Ketut berhasil memperoleh penghargaan berupa medali perak pada Pameran Reka Cipta , Penyelidikan dan Inovasi (PRPI) pada bulan Juli 2011 (Lihat Foto, Dr. Ketut sebelah kanan) yang diselenggarakan oleh UPM.

Ketika ditanya soal keunikan studi di Malaysia Dr. Ketut menjelaskan bahwa  ujian PhD di UPM sedikit berbeda dengan ujian doktor yang diselenggarakan di IPB. Ujian di UPM tidak ada sistem ujian terbuka melainkan hanya dilaksanakan sekali yaitu dengan sistem tertutup. Penguji berasal dari lingkungan UPM sendiri sebanyak 3 orang sebagai internal examiners dan dari luar UPM atau luar negeri (pada umumnya) sebagai external examiner. Mulai satu tahun belakangan ini, pada saat ujian, pembimbing utama diwajibkan untuk hadir (jika tidak berhalangan) untuk menyaksikan jalannya ujian, namun tidak ikut menguji/bertanya selama ujian berlangsung dan tidak ikut menentukan hasil keputusan ujian. Ujian diawali dengan pemaparan hasil penelitian (presentasi) selama 15-20 menit, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab/diskusi berdasarkan paparan dan disertasi yang telah dibuat. Ada 6 kategori hasil keputusan ujian, yaitu: 1) Accepted with distinction, 2) Accepted with minor  modification, 3) Accepted with major modification, 4) Re Viva (ujian kembali), 5) Re-submission of thesis (submit ulang thesis/disertasinya), serta 6) Fail (gagal). Dr. Ketut berhasil lulus dengan kategori kedua.

Selanjutnya ketika ditanya soal temuan apa yang menarik dari hasil studinya pada sistem pencernaan kijang, Dr. Ketut dengan gamblang menjabarkan beberapa kekhasan pencernaan kijang, meliputi:

-          Struktur gigi kijang yang berbeda dengan hewan ruminansia lainnya, yaitu kijang jantan maupun betina mempunyai gigi taring di rahang atas, sehingga memiliki jumlah total gigi permanen sebanyak 34 buah, berbeda dengan yang terdapat pada kambing, sapi dan domba yang hanya 32 buah.

-  Kijang mempunyai struktur lambung depan yang khas dengan ukuran omasum yang sangat kecil.

-  Rasio antara panjang badan dan usus = 1:9, hal ini merupakan rasio terpendek dari seluruh hewan ruminansia yang ada.

-  Berdasarkan morfologi organ pencernaan, kijang digolongkan kedalam hewan herbivora yang mendekati omnivora, dan bersifat “browser” atau “consentrate selector eaters (CS) ruminant”.

Selamat kepada Dr. Ketut, selamat datang kembali di Departemen AFF dan memulai kiprahnya di dalam memajukan ilmu Anatomi di Indonesia.

Inovasi Pertanian untuk Kesejahteraan Rakyat

Menristek Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta menyampaikan di dalam orasinya di Sidang Terbuka Dies Natalis IPB bahwa ” Untuk bidang pertanian, hasil kegiatan riset baru dapat dikategorikan sebagai karya inovatif jika menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan dalam proses produksi barang ataupun jasa pertanian”. Orasi telah digelar di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor pada 9 Oktober 2011 yang lalu.

Pak Menteri menekankan bahwa suatu hasil riset baru dapat dikatakan menghasilkan sebuah inovasi tidak hanya menghasilkan sesuatu yang baru atau membuat perbaikan yang signifikan dari yang telah ada, akan tetapi juga harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu perlu adanya perubahan ‘mindset’ para pengembang teknologi (dalam hal ini salah satunya adalah perguruan tinggi) dan para pihak pembuat kebijakan pendukungnya. Perubahan tersebut ialah pengembangan teknologi yang berpijak pada realita dan berorientasi pada kebutuhan/ persoalan nyata atau sering diistilahkan dengan berorientasi “demand-driven”. Dengan merubah mindset yang berorientasi ”demand-driven” didalam kerangka sistem inovasi nasional (SINas) diharapkan akan menjadi landasan yang kokoh untuk membangun iptek yang menyejahterakan rakyat dan memajukan peradaban bangsa.

Selanjutnya Bapak Menteri menyampaikan masih rendahnya pembiayaan R&D pertanian didasarkan pada persentase produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian yang pada tahun 2003 hanya sekitar 0,22 persen.  Untuk itu masih perlu perjuangan semua pihak agar alokasi anggaran R&D bidang pertanian menjadi lebih proporsional. Agar perjuangan ini lebih mudah dicapai maka para pengembang teknologi (termasuk perguruan tinggi) harus lebih fokus pada pengembangan teknologi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat tani dan agroindustri, sehingga nantinya akan berkontribusi balik terhadap pertumbuhan ekonomi.

Beberapa tantangan dalam inovasi pertanian ialah pengembangan teknologi harus mempertimbangkan kemampuan finasial yang terbatas dari petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Indonesia; serta marjin keuntungan yang kecil dari kegiatan usaha tani.  Tantangan ini menyebabkan terbatasnya pilihan teknologi yang dapat diadopsi oleh masyarakat tani. Pada sisi lain jika pengguna adalah agroindustri skala besar, maka teknologi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi atau peningkatan kualitas produk olahan memiliki peluang yang besar untuk diadopsi oleh pengguna skala besar.

Beberapa isu strategis nasional di sektor pertanian disampaikan oleh Bapak Menteri meliputi:

1. Lahan. Lahan subur hanya sekitar 18% selebihnya tergolong sub-optimal dengan kendala agronomis yang beragam semisal miskin hara, lahan kering, resiko banjir atau resiko lainya. Konversi lahan pertanian untuk kepentingan ekonomi yang lain masih sulit dibendung. Degradasi kualitas lahan akibat pencemaran atau salah kelola akhirnya menjadikan lahan tersebut termasuk kategori sub-optimal. Akibatnya perluasan lahan produksi berarti melakukan budidaya pada lahan-lahan suboptimal. Komunitas pengembang teknologi seyogyanya tidak hanya berhenti pada posisi menghasilkan teknologi yang dapat diaplikasikan pada lahan-lahan suboptimal, akan tetapi berlanjut pada menjadikan teknologi tersebut sesuai dengan kapasitas adopsi petani Indonesia.

2. Kesesuaian dan Stabilitas Harga Komoditas Pertanian. Fluktuasi hasil produksi dipengaruhi oleh iklim dan pola tanam. Jenis tanaman yang bersifat musiman menyebabkan distribusi tidak merata sepanjang tahun. Untuk itu diperlukan teknologi pengawetan dan produk olahan yang lebih tahan simpan. Upaya mengurangi ongkos produksi dan kebijakan subsidi input langsung pada petani pada akhirnya diharapkan akan bermuara pada peningkatan pendapatan petani.

3. Peluang Aplikasi Teknologi yang Belum Optimal. Masih banyak terdapat peluang aplikasi teknologi yang belum optimal, misal teknologi yang mendukung industri hilir berbasis minyak sawit kasar (CPO).

4. Pengembangan industri pertanian/ pangan tradisional.  Perlunya mempertahankan keterlibatan langsung masyarakat, mendorong tumbuh-kembang industri kecil di lokasi sentra produksi bahan baku (small-scale on-site agroindustry), serta pengembangan industri kecil berbasis bahan baku lokal.

Pada penutup orasinya, Pak Menteri mengharapkan agar sivitas akademika dan para alumni IPB dapat memilih dan memilah teknologi yang perlu dikembangkan sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan memenuhi amanah konstitusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan peradaban bangsa.

TOP TEN UTS Embriologi dan Genetika Perkembangan 2011

Selamat kepada para mahasiswa FKH IPB semester 3 tahun 2011/2012 yang memperoleh nilai 10 tertinggi baik pada UTS teori maupun pada UTS praktikum. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 

Top Ten Nilai UTS Teori Embriologi dan Genetika perkembangan

Moh. Zaenal Abidin Mursyid B04100009 95
Maharja Mawali B04100151 93.5
Dwi Budiono  B04100063 90.5
G Andri Hermawan B04100118 90
Riena Carlina B04100028 87.5
Asfi Royhani Latifah B04100056 87.5
Juita Siregar B04100005 87
Fitri Aprian Harjo B04100072 87
Meilisa Lidya Margarita B04100146 87
Esdinawan Carakantara Satrija B04100006 86.5
Etri Mardaningsih B04100011 85.5
Anizza Dyah Kartika M B04100069 85
Ika Septiana Anggun P B04100091 84.5
Iis Ismawati B04104001 84

 

Top Ten Nilai UTS Praktikum Embriologi dan Genetika Perkembangan

Juita Siregar B04100005 94.29
Yulita Mardiani B04100001 94.29
Rizka Septarina Budianti B04100110 92.86
Fatimah  B04100055 91.42
Esdinawan Carakantara Satrija B04100006 90
Iis Ismawati B04104001 90
Suwardi Hidayat B04100133 90
Retno Windradini B04090151 89.29
Riena Carlina B04100028 89.29
Fahmi Khairi B04100071 88.57
Riza Akmal H B04090103 88.57
Nisa Bila Sabrina Haisya B04100059 87.86
Fitri Aprian Harjo B04100072 87.14
Ika Septiana Anggun P B04100091 87.14
Kukuh Syirotol Ichsan B04100087 87.14
Meliana Eka Saputri B04100002 87.14
Riris Prawesti Suratno B04100038 87.14
Halim Bakti Harjo B04100100 86.43
Metrizal Abdi Taufik B04100034 86.43
Puti Puspitasari B04100043 86.43
Wisnu Aji Pamungkas B04100026 86.43
Irene Soteriani Uren B04100073 85.71
Moh. Suryaputra B04090179 85.71
Putu Jodie Kusuma Wijaya B04100144 85.71
Roro Ambarwati Arum P B04100085 85.71
Yanuar Restu Wijaya B04100123 85.71

Nilai selengkapnya dapat dilihat di page “download > nilai S1” atau klik di bawah ini:

Nilai UTS Prak dan Teori 2011/2012

Tiga Nama Calon Dekan FKH 2011-2015 Diajukan ke Rektor IPB

Setelah melalui tahapan pemaparan rencana program kerja dan pemilihan oleh anggota Senat Fakultas, maka telah berhasil terpilih tiga calon Dekan FKH dari 5 bakal calon yang ada. Ketiga nama calon tersebut ialah drh Srihadi Agungpriyono, Ph.D; Prof drh Agik Suprayogi, MScAgr; dan drh Agus Setiyono, PhD.

Pemaparan Rencana Program Kerja Bakal Calon Dekan

Pemaparan rencana program kerja oleh kelima bakal calon dekan telah dilaksanakan pada Sidang Terbuka Senat Fakultas yang diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 19 Oktober 2011,  mulai pukul 09.00 sampai dengan 12.40 menit di ruang kuliah FKH A. Sidang dibuka oleh Ketua Senat FKH drh Kurnia Achjadi MS dilanjutkan dengan pengenalan kelima bakal calon, pengambilan undian urutan presentasi, persentasi serta diskusi yang dimoderatori oleh Dr drh Hera Maheshwari, MSc dan drh Chairul Basri, MSi.

Pemaparan rencana program kerja diawali oleh bakal calon Prof Agik Suprayogi. Prof Agik menyampaikan 4 persoalan yang akan dihadapi oleh FKH ke depan, yaitu: perubahan status BHMN IPB, pembentukan statuta IPB, proses akreditasi internasional FKH IPB, serta peran FKH IPB dalam membina 2 FKH baru, UNDANA dan UNHAS. Selanjutnya beliau memaparkan 4 program penting yang meliputi: Peningkatan daya saing fakultas, Penjaminan mutu pendidikan dan pengelolaan fakultas, Optimalisasi kapasitas fakultas, dan Penguatan dan percepatan pengembangan fakultas.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Prof drh Dondin Sajuthi MST, PhD. Prof Dondin memaparkan 7 tantangan yang bakal dihadapi oleh FKH IPB ke depan, yaitu: ketuntasan akreditasi internasional, realisasi sekolah kedokteran hewan, implementasi program pendidikan spesialis, FKH IPB sebagai trend setter, FKH sebagai policy maker advisory, akseptasi dunia kerja terhadap lulusan, serta Pemberdayaan poros alumni-kampus. Untuk mengatasi tantangan tersebut beliau mengusulkan 7 program di bidang: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan mahasiswa, perbaikan manajemen, pemasaran produk dan jasa fakultas, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan. Beliau juga memaparkan perlunya fakultas yang mandiri, jiwa enterpreneur dan membangun jejaring internasional.

Selanjutnya pemaparan ketiga disampaikan oleh bakal calon drh Agus Setiyono, MS, PhD. Dr Agus menyampaikan program kerja di 6 bidang, meliputi: pendidikan (akreditasi internasional, layanan akademik dan administrasi, national zoonotic center), kemahasiswaan (soft skill mahasiswa, inkubator bisnis, student exchange), kerjasama (dalam dan luar negeri), sistem informasi dan publikasi ilmiah (website, data base publikasi, jurnal ilmiah elektronik terakreditasi), humas dan alumni (beasiswa, bursa kerja, promosi, reuni), serta SDM dan bina lingkungan (pengembangan SDM, kegiatan olahraga, penataan lingkungan, rekreasi bersama).

Bakal calon keempat, drh Srihadi Agungpriyono, PhD mengawali dengan penyampaian one health concept akibat adanya pengaruh globalisasi, perubahan iklim dunia, urbanisasi, perpindahan penduduk, serta munculnya penyakit zoonosis. Beliau selanjutnya menyampaikan program yang meliputi 5 aspek, yakni: penguatan manajemen internal, peningkatan mutu proses pembelajaran dan riset, pelaksanaan program internasional, pembangkitan pendapatan fakultas, serta peningkatan mutu layanan terhadap komunitas dan masyarakat.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh bakal calon Dr. drh Mohamad Agus Setiadi. Dr Agus menyampaikan filosofi melalui komitmen dan kebersamaan untuk melaksanakan 3 program kerja utama yang meliputi: peningkatan kualitas Tri Dharma PT, Peningkatan kerjasama, serta peningkatan kesejahteraan civitas akademika dan pembinaan mahasiswa.

Setelah pemaparan, dilanjutkan diskusi yang berlangsung hangat. Pertanyaan tidak hanya datang dari dosen, tetapi juga datang dari tenaga kependidikan dan mahasiswa. Diskusi meliputi optimalisai peralatan, posisi program studi di DIKTI dan masyarakat, pengembangan SDM terutama dari tenaga kependidikan, serta keterkaitan program fakultas dalam pengembangan soft skill dan enterpreneurship mahasiswa. Suana diskusi benar-benar mencerminkan kedewasaan civitas akademika FKH IPB, dimana semua pihak bersama-sama menjadikan forum ini sebagai ajang untuk merumuskan langkah-langkah ke depan dari fakultas tercinta ini. Setiap kandidat menyampaikan secara eksplisit bahwa apa yang mereka masing-masing paparkan, siapun kelak yang terpilih menjadi dekan, merupakan masukan yang berharga bagi fakultas.

Pemilihan Calon Dekan

Pemilihan calon dekan dilaksanakan dalam sidang tertutup Senat Fakultas. Setelah sidang terbuka ditutup oleh ketua senat, lalu jeda istirahat, Sidang Tertutup dimulai pada pukul 13.30 WIB yang hanya dihadiri oleh anggota senat. Dari sidang tertutup ini telah berhasil terpilih 3 nama calon Dekan FKH 2011-2015, yaitu: Dr Srihadi, Prof Agik, dan Dr Agus Setiyono. Ketiga nama calon tersebut selanjutkan diusulkan oleh senat fakultas kepada Rektor IPB yang selanjutnya akan memilih satu diantaranya untuk ditetapkan sebagai Dekan.

Siapapun kelak yang akan menjadi dekan FKH, mari kita dukung sepenuhnya untuk kemajuan fakultas tercinta ini.