Pada hari Rabu, 23 November 2012, Dekan FKH IPB terpilih, DR. Drh. Srihadi Agungpriyono hadir pada acara Rabuan departemen. Sebagai salah satu staf Departemen AFF, kehadiran Pak Yoni (demikian beliau biasa disapa) terasa spesial dikarenakan beliau baru saja dilantik sebagai Dekan FKH sehari sebelumnya. Dengan demikian acara Rabuan kali ini tidak saja ramai dihadiri oleh seluruh sivitas departemen juga hadir pula menu spesial, nasi tumpeng.

Sebelum acara pemotongan tumpeng, Pak Dekan memberikan sepatah dua kata mengenai beberapa hal terkait fakultas, diantaranya: Perlu perbaikan kualitas lulusan agar dapat diakui secara nasional maupun internasional sehingga dapat berkiprah atau bersaing pada kancah nasional, regional, dan internasional dalam menghadapi era pasar bebas (AFTA). Untuk itu perbaikan dilakukan melalui peninjauan kembali secara bijak kurikulum yang sesuai standar internasional, para dosen dapat berperan membantu lulusan melalui mata kuliah masing-masing, peningkatan soft skill mahasiswa terutama bahasa inggris. Pak Dekan juga menyampaikan pesan Rektor IPB diantaranya amanah untuk menyelesaikan akreditasi internasional, pembentukan program studi biomedis yang berkoordinasi dengan departemen lainnya dan Sekolah Pascasarjana dengan kurikulum dirancang 5 tahun setara S2, serta memperjuangan sekolah kedokteran hewan. Diakhir sambutan, Pak Dekan lebih menekankan bahwa beliau sangat terbuka untuk menerima masukan-masukan dari seluruh sivitas akademika untuk perbaikan FKH ke depan.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Departemen AFF, Prof Arief Boediono yang diserahkan kepada Pak Dekan (lihat gambar). Acara dilanjutkan dengan makan bersama seluruh sivitas departemen, baik dosen, tenaga penunjang dan mahasiswa pascasarjana di lingkungan Departemen.
Wawancara dengan Dekan Baru
Ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai Dekan FKH yang baru, tim web akhirnya bisa menemui Pak Dekan secara khusu dan diterima di ruang kerjanya, pada hari Jumat, 25 November 2012. Berikut petikan wawancara tim web dengan Pak Dekan yang berlangsung ringan, akrab dan menarik:
T: Kapankah tepatnya Bapak mengetahui telah terpilih sebagai dekan? Apakah langsung dari Pak Rektor?
J: Secara informal saya mengetahui pada Sabtu sore yang disampaikan oleh Direktur SDM IPB pada saat acara konsinyasi. Pemberitahuan resmi melalui surat saya terima Senin.
T: Setelah dilantik pada hari Selasa 22 November 2011, hal apa yang pertama kali Pak Dekan lakukan. (Misal apakah mencoba kursi dekan (bercanda… red.), atau membuka suatu acara/kegiatan fakultas)
J: (Sambil senyum) yang pasti memasuki ruang dekan. (Sambil tertawa) Apa ya…. Secara resmi pertama kali bertugas sebagai dekan ialah menerima kunjungan delegasi dari Faculty of Veterinary Medicine, Hanoi University of Agriculture, Vietnam pada hari Rabu. Delegasi dari Vietnam mampir di FKH IPB disela-sela mereka mengikuti acara 5th congress and scientific conference of Asian Society of Veterinary Pathology (ASVP) di IICC Bogor.
T: Pada saat wawancara pemilihan oleh Rektor dan Wakil Rektor yang lalu, apa yang menjadi harapan terbesar piminan IPB terhadap kepemimpinan Dekan FKH ke depan?
J: Pimpinan mengharapkan bahwa FKH merupakan salah satu flag carrier (pembawa bendera, red.) bagi IPB karena berbagai potensi yang dimilikinya. Misalnya distict (kekhasan, keberbedaan, red.) keilmuan, produk-produk yang potensial yang bisa dihasilkan, dsb. Ada beberapa yang diharapkan pimpinan yaitu: 1) Akreditasi Internasional, 2) Pendirian pusat-pusat studi berskala nasional, misalnya Pusat Zoonosis Nasional, 3) Visi IPB tentang biosains dengan pembentukan program studi biomedis, dan 4) Peran Rumah Sakit Hewan yang mendukung pendidikan atau dengan kata lain pendidikan berbasis rumah sakit dan bersinergi dengan pendidikan mahasiswa.
T: Menurut Bapak, langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk memenuhi harapan-harapan pimpinan IPB tersebut:
J: Langkah pertama ialah mensosialisakannya ke seluruh sivitas akademika. Langkah kedua, semua program harus tersusun dan terdokumentasi sehingga mudah dijadikan acuan, melakukan monitoring dan harus memiliki indikator-indikator capaian yang jelas. Langkah ketiga ialah menyelenggarakan tata kelola (manajemen) yang baik, sehingga bisa mendorong peningkatan kinerja fakultas.
T: Seluruh sivitas akademika sangat menaruh harapan pada Pak Yoni sebagai Dekan. Hal ini tercermin pada hasil penjaringan serta pemilihan calon dekan oleh anggota senat dimana Pak Yoni memperoleh suara mayoritas. Apa tanggapan Bapak terhadap hal ini? Sebaliknya apa harapan Bapak dari kami sebagai sivitas akademika?
J: Pimpinan yang baik berasal dari sivitas akademika yang baik. Saya mengharapkan partisipasi dengan kesadaran sendiri dari seluruh sivitas untuk berbuat dan berkarya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Karena masing-masing kita akan mempertanggung-jawabkan amanah yang diembankan kepada kita nanti kepada Allah SWT. Apapun programnya tidak akan jalan tanpa partisipasi seluruh sivitas akademika. Masing-masing kita berbuat bukanlah karena diminta oleh dekan atau oleh seseorang, melainkan masing-masing kita berbuat karena kita bertanggung jawab terhadap amanah kita masing-masing.
T: Pada saat presentasi di pemilihan bakal calon dekan yang lalu, setiap kandidiat menyampaikan program kerja. Apakah ada keinginan untuk mengakomodir masukan yang ada dari kandididat lain ataukah akan tetap menjalankan program yang disampaikan dulu?
J: Program yang sampaikan pada saat penjaringan dulu merupakan pandangan umum yang berkaitan dengan visi dan misi fakultas dan IPB. Dengan demikian sangat terbuka untuk dikombinasikan dengan program dari kandidat yang lain. Semua kandidat menginginkan kemajuan bagi FKH, dan semua sepaham mengenai peningkatan kompetensi lulusan dan clinical skill. Jangankan program dari 4 kandidat yang lain, usulan dari sivitas yang lain kalau bagus akan diakomodir. Tetapi semua usulan akan di”clustering” sehingga lebih focus dan terpadu dengan program-program yang lainnya. Ke depan, kita akan memperkuat manajemen internal, dan seluruh program yang akan dijalankan ujung-ujungnya haruslah berdampak kepada mutu dan kompetensi lulusan.
T: Pertanyaan terakhir, apakah Bapak sudah punya calon wakil dekan? Jika belum criteria apa yang dibutuhkan untuk calon wakil dekan yang akan datang?
J: (Sambil tertawa ringan dan menghela nafas) Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) IPB hanya dimungkinkan untuk mengangkat satu wakil dekan. Oleh karena itu butuh strategi bagaimana kegiatan fakultas bisa ditangani dengan satu wakil dekan. Strategi yang dimaksud ialah meningkatkan pemberdayaan Kepala Tata Usaha (KaTU) beserta Kasi-Kasi di bawahnya sehingga wakil dekan akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembinaan akademik dan kemahasiswaan, penentuan kebijakan-kebijakan terkait pertukaran mahasiswa, mahasiswa asing dll. Juga bersama-sama dengan dekan meningkatkan jejaring nasional dan internasional, hubungan alumni serta bidang-bidang lain yang lebih bersifat kebijakan dan strategis. Untuk kriteria wakil dekan, pertama haruslah amanah, memiliki take record yang baik, berasal dari departemen selain AFF, berasal dari dosen muda atau lebih muda dari saya (maksudnya dekan, red.), sehingga harapannya akan terjadi proses regenerasi atau kaderisasi di FKH. Nantinya wakil dekan akan dibantu oleh komisi-komisi, karena itu komisi akan dipertahankan dan peranannya akan ditingkatkan.
Terima kasih Pak Dekan, selamat menunaikan tugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada Bapak di dalam menjalankan tugas baru ini. Amiin.